Hadirin yang di muliakan Allah ,mari kita bersyukur kepada Allah Zat yang telah memberikan segala nikmat sehingga kita bisa berkumpul di masjid Cakra ini atas segala nikmat dan karunia_Nya yang tiada terputus,
Sholawat dan salam semoga tetap tercurah pada junjungan kita Nabi Muhammad saw,para sahabat dan keluarga beliau dan para muslimin yang menjadi penerus perjuangan beliau.
Hadirin yang di muliakan Allah, Tema hari ini adalah “Husnuzon kepada Allah “
Husnuzan secara bahasa berarti “berbaik sangka” lawan katanya adalah su’uzan yang berarti berburuk sangka atau berprasangka jelek dan sebagainya.
Husnuzan adalah cara pandang seseorang yang membuatnya melihat segala sesuatu secara positif, seorang yang memiliki sikap husnuzan akan mepertimbangkan segala sesuatu dengan pikiran jernih, pikiran dan hatinya bersih dari prasangka,membawa kedamaian, merasa tentram dan keselamatan.
Sebagaimana kita ketahui Allah Maha Mulya,Allah Maha Penyayang,Allah Maha Pengasih,bila kita Husnuzon,tidak mungkin Allah akan memberi sesuatu yang tidak baik.
segala sesuatu yang diberikan Allah ,tidak baik menurut kita ,kita lah yang tidak mengerti mungkin baik menurut Allah.Maha Mengetahui.
Oleh karena itu, saat ujian datang, bersabarlah dan berbaik sangkalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Apapun yang dialami dalam kehidupan manusia, pasti memiliki hikmah yang besar di masa mendatang.
Dalam sebuah hadis qudsi dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda yang artinya:
“Allah Subhanahu Wata’ala berfirman sebagai berikut: ”Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik maka ia akan mendapatkan kebaikan. Adapun bila ia berprasangka buruk kepada-Ku maka dia akan mendapatkan keburukan.” (Hadis Riwayat Tabrani dan Ibnu Hibban).
Salah satu sifat terpuji yang harus tertanam pada diri adalah adalah sifat husnuzan kepada Allah, sikap ini ditunjukan dengan selalu berbaik sangka atas segala kehendak Allah terhadap hamba-Nya. Karena banyak hal yang terjadi pada kita seperti musibah membuat kita secara tidak langsung menganggap Allah telah tidak adil, padahal sebagai seorang mukmin sejati semestinya kita harus senantiasa menganggap apa yang ditakdirkan Allah kepada kita adalah yang terbaik.
Seseorang boleh saja sedih, cemas dan gundah bila terkena musibah, akan tetapi jangan sampai berlarut-larut sehingga membuat dirinya menyalahkan Allah sebagai Penguasa Takdir.
Sikap terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan cara segera menata hati dan perasaan kemudian menegguhkan sikap bahwa setiap yang ditakdirkan Allah kepada hamba-Nya mengandung hikmah. Inilah yang disebut dengan sikap husnuzan kepada Allah.
Demikian,hendaknya kita senantiasa ber Husnuzan dalam setiap kondisi yang kita hadapi agar kita menjadi orang yang lebih baik.
Khotib: Jumat:11 Nop 2022
Sumber: Ust.Dr.Nurhamim,M.Pd