Kategori
Tausiyah / Kajian

Mutiara Subuh

Assalamuakaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KEJUJURAN SYAIKH ABDUL QODIR AL-JAILANI

Kejujuran adalah fondasi yang selalu Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani bangun dalam hidupnya.

Alkisah pada suatu ketika beliau hendak pergi bersama kafilah dari Mekkah menuju Baghdad untuk menuntut ilmu, ibunya memberikan uang empat puluh dinar di kantong baju yang dijahitnya. Dia meminta supaya Abdul Qodir Al-Jailani berjanji untuk selalu jujur.

Dalam perjalanan, ketika kafilah dan Abdul Qodir Al-Jailani tiba di Kota Hamdan, sekelompok perampok mencegat mereka. Para perampok menangkap dan melucuti barang bawaan kafilah. Salah seorang perampok kemudian menghampiri  Abdul Qodir Al-Jailani dan bertanya :

“Apa yang kau miliki? “

“Empat puluh dinar”. Jawab Abdul Qodir Al-Jailani polos.

Perampok itu mengira bahwa Abdul Qodir Al-Jailani memperolok- olokkannya karena tidak mungkin anak kecil membawa uang sebanyak itu, dia pun meninggalkannya.

Lalu perampok lainnya melirik Abdul Qodir Al-Jailani dan berkata : “Apa yang kau miliki? “.

“Empat puluh dinar”. Jawab Abdul Qodir Al-Jailani.

Merasa aneh atas jawaban itu, maka perampok itu membawanya ke pimpinan mereka. Sang pemimpin bertanya kepada Abdul Qodir Al-Jailani sama seperti yang ditanyakan oleh perampok pertama dan lagi-lagi beliau menjawab seperti jawaban sebelumnya.

“Apa yang membuatmu berlaku jujur”. Tanya pemimpin perampok.

Abdul Qodir Al-Jailani menjawab : Ibuku memintaku untuk selalu jujur, maka aku takut mengkhianati janjiku pada ibuku

Tiba-tiba Sang Pemimpin Perampok itu menjerit dan menangis. “Kamu takut mengkhianati janjimu kepada ibumu, sementara aku tak takut berkhianat atas janjiku kepada اَللّهُ ﷻ”.

Beberapa saat kemudian Sang Pemimpin Perampok memerintahkan kepada  anak buahnya agar mengembalikan seluruh harta rampokan dari kafilah yang menyertai Abdul Qodir Al-Jailani.

Sang pemimpin perampok berkata : “Berkat dirimu dan karena krjjjuranmu, aku bertaubat kepada اَللّهُ ﷻ”.

Maka, seluruh anak buahnya berkata : “Engkau pemimpin kami dalam merampok, maka hari ini pun engkau pemimpin kami dalam bertaubat”.

Seluruh perampok kemudian bertaubat dan meninggalkan perampokan berkat kejujuran Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani si kecil.

Wallohu alam bisawab

Sumber: kiriman Mutiara Subuh dari Bpk.H.Basir Supriadi