Kategori
Tausiyah / Kajian

Birrul Walidain

Tausiah Bapak Ustad Drs.Tamsir Ridho MA
Berbuat baik kepada kedua orang tua. (Birrul Walidain)
Tauziah keluarga Haji Al Azhar 1994
Apa yang di maksut Birrul walidain itu?.
Birrul Walidain terdiri dari kata birru dan walidain. Birru atau al-birru berarti kebajikan dan al-walidain artinya kedua orang tua atau ibu bapak.
Birrul walidain berarti berbuat baik kepada kedua orang tua.
Dalam mensikapi realita kehidupan saat ini yang semakin maju akibat moderenisasi serta kemajuan komunikasi global yang sangat berpengaruh terhadap tata cara pergaulan dan sopan santun / penghargaan anak terhadap orang tua yang tidak kita sadari timbul hal2 yang negatip di masyarakat peran anak terhadap orang tua seperti tidak ada bedanya dengan teman teman sebayanya. hal ini perlu segera diluruskan sesuai perintah Allah SWT.
Perintah berterima kasih kepada kedua orang tua diletakkan Allah SWT setelah perintah berterima kasih kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya di dalam Al Quran :surah Luqman: 14 ,yang artinya:
“Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya, ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang semakin lemah, dan menyusukannya selama dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada Ku lah kembalimu.”
Dari perintah tersebut sudah jelas kita harus melaksanakannya sebagai kuwajiban anak terhadap
orang tuanya semasa masih hidup dengan mengacu kepada Perintah Allah SWT dan
Sabda Rasulullah SAW.
Lalu apa bentuk-bentuk birrul walidain atau dengan kata lain bagaimana cara kita mewujudkan birrul walidain ini?
Ada banyak cara agar kita sebagai anak dapat mewujudkan birrul walidain ini, antara lain:
1.Berbicaralah dengan lemah lembut (QS:Al Isra’:24)
2.Mendoakan akan kesehatannya. ibu bapak agar diberikan ampunan, rahmat, dan lain sebagainya, se
bagaimana firman Allah dalam (QS:Nuh : 28 ) yang artinya,
“Ya Rabbku, ampunilah aku, ibu bapakku, ….”
3.Memenuhi kebutuhan hidupnya apabila mereka sudah tua dan Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bahwa betapapun banyaknya kita mengeluarkan uang atau membantu kedua orang tua,maka itu tidak sebanding dengan jasa mereka kepada kita.
4.Meminta restunya terlebih dahulu apa bila kita akan melaksanakan hal2 yang penting.
Ingat sabda Rasulullah SAW : “Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan kemarahan Allah ada pada kemarahan orang tua.” (HR. Tirmidzi)
Selanjutnya apabila orang tua kita meninggal “Yaitu pada hari yang tidak berguna harta dan anak anak,kecuali orang yang datang kepada Allah dengan Hati yang Selamat (*) “
(*) Hati yang bersih dari syirik dan Ke munafikan., (QS:Asy Syu’araa : 88-89)
maka kuwadjiban kita harus menyelenggarakan pengursan jenasah sbb :
a.Memandikan , mengkafani,men Sholatkan dan menguburkan.
b.Senantiasa berdo’a untuk memohonkan ampunan atas dosa2nya.
c.Memenuhi perihal Janji nya semasa masih Hidup yang belum terpenuhi,
Contoh: melaksanakan Wasiat nya, menyelesaikan hutang piutangnya dll.
d. Menghormati terhadap teman /sahabat Orangtuanya, semasa masih hidup,dan meneruskan silaturrahmi yang dibinanya
Insya Allah dengan Tawadhu’ (rendah hati) kita dapat melaksanakan kuajiban kita untuk senantiasa berbakti kepada kedua orangtua (Birrul walidain).Amin Ya Robbal Alamin.

Ringkas oleh GS.
25 April 2010