Laporan Kegiatan Jum’at 14 Oktober 2022

Saudara-Saudara Muslim, Rahimakumullah

Informasi Kegiatan di MASJID WISMA CAKRA

  1. Pelaksanaan Shalat Jum’at 14 Oktober 2022:

Khatib dan Imam: Ust. Drs. H. Tgk. Azhar Saleh, MA.

Tema: Bersekutu dengan setan dalam memuluskan hajat

Muadzin/Bilal : Petugas Masjid

Waktu Zuhur : 11:43 WIB.

  1. Kajian Tafsir
    Hari/Tgl: Sabtu, 15 Oktober 2022
    Waktu: Ba’da Subuh
    Oleh: Ust. Muhammad Zidni Ilman, LC., MA.
  2. Kajian Ilmu Tahsin
    Hari/Tgl: Setiap Hari Jum’at
    Waktu: Ba’da Subuh
    Oleh: Ust. Muhammad Fatih, S.Sos.

Mari kita makmurkan Masjid Wisma Cakra

Jema'ah bertambah Masjid Berkah

Cara Sayyidina Ali bin Abi Thalib Menghormati orang yang Berilmu

Orang berilmu dihormati Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Sayyidina Ali bin Abi Thalib sahabat Rasulullah SAW sekaligus menantu memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas. Begitu luasnya ilmu dan pengetahuan, Rasullah SAW pernah berkata. “Aku adalah pintunya ilmu, dan Ali adalah kuncinya.”
Selama hidupnya Ali bin Abi Thalib, begitu hormat dan menghargai kepada orang-orang yang berilmu. Sehingga pantas dia mendapat keberkahan dari orang-orang yang berilmu, karena dia begitu hormat dan menghargai orang yang berilmu.
Penghargaan dan penghormatan Ali bin Abi Thalib kepada orang yang berilmu dapat dilihat dari perkataannya. Menurutnya, dia antara wujud memuliakan ilmu adalah menghormati guru. Ali ra berkata:
“Aku adalah hamba sahaya bagi orang yang mengajariku satu huruf. Jika mau ia boleh menjualku dan jika mau ia membebaskanku.”
Imam Az-Zarnuzi dalam kitabnya. “Ta’Limul, Mutallim” dalam persoalan ini ada syair yang dilantunkan:
“Aku melihat bahwa hak yang paling kuat adalah hak seorang Mualim ialah hak yang paling wajib dijaga oleh setiap muslim ia berhak diberi hadiah 1000 dirham untuk setiap huruf yang diajarkan, sebagai penghormatan.”
Sesungguhnya orang yang mengajarimu satu huruf yang kamu butuhkan dalam urusan agama, sejatinya Ia adalah bapakmu dalam agama.
Imam Az-Zarnuzi, guru kami Asy-Syekh Imam Sadiduddin Asy-Syirazi rahimahullah berkata.
“Guru-guru kami berkata. Siapa yang menginginkan anaknya menjadi seorang alim, hendaknya ia memperhatikan para fuqaha yang terasing, menghormati mereka, mengagungkan mereka dan memberi mereka sesuatu. Jika nanti anaknya tidak menjadi seorang alim ulama maka cucunyalah yang menjadi seorang alim.”
Salah satu cara menghormati seorang alim adalah tidak berjalan di depannya, tidak menduduki tempat duduknya, tidak memulai pembicaraan di hadapannya kecuali atas izinnya, tidak banyak berbicara di hadapannya, tidak bertanya tentang sesuatu saat sedang bosan, memperhatikan waktu, dan tidak mengetuk pintunya tetapi sabar menantinya hingga ia keluar.
Kesimpulannya seorang penuntut ilmu harus mencari ridho gurunya, menjauhi kemurkaannya, melaksanakan perintahnya selama bukan maksiat. Karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada pencipta.
Hal tersebut selaras dengan sabda Nabi:
“Sesungguhnya seburuk-buruk manusia adalah yang membuang agamanya demi mengincar dunia orang lain dan dengan bermaksiat kepada sang pencipta”
Di antara bentuk penghormatan kepada seorang guru adalah menghormati anak-anaknya dan siapa saja yang memiliki hubungan dengannya.
Guru kami Syekhul Islam Burhanudin, pengarang kitab Al-Hidayah rahimahullah pernah berkata.
“Ada salah seorang Imam senior di Bukhara ikut duduk dalam satu majelis kadang-kadang ia berdiri di tengah-tengah pelajaran. Maka orang pun menanyakan hal itu. Dia menjawab.
“Sesungguhnya Putra Guruku sedang bermain bersama anak-anak di jalan dan kadang-kadang ia datang ke pintu masjid. Apabila aku melihatnya, maka aku berdiri sebagai penghormatan untuk guruku.”
Sumber:Republika.co.id
Jakarta :13 Sept 2022

Lima Nasehat

Lima Nasehat kepada Nabi Muhammad.SAW
Kutbah Jumat 2 Februari 2018
oleh DR.Wahidin Saputra di Masjid Wisma Cakra Cinere

Suatu ketika Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berbicara kepada beliau untuk memberikan 5 (lima) nasehat dengan demikian apapun yang disampaikan Jibril alaihissalam kepada Nabi Muhammad SAW pada hakekatnya
juga berlaku untuk semua hamba ALLAH SWT. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja dinasehati dan diingatkan, maka bagaimana dengan manusia selain beliau? Tentunya mereka lebih membutuhkan nasehat dan peringatan,
Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jibril mendatangiku lalu berkata, “Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” Kemudian dia berkata, “Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam), dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia.”
H.R. Ath-Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim

1.Pertama
“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati ”
Hal yang terburuk bagi manusia adalah kematian, karena dengan datangnya kematian maka manusia tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi. Tak perduli mau yang tua, muda, miskin kaya, pejabat atau bawahan, tinggal nunggu giliran saja. Kullu nafsin dzaiqatul maut Setiap Nafs pasti akan mati, walaupun kita bersembunyi dalam benteng yang kokoh
Allah Subhannalahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (ALLAH), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Jumu’ah 62 : 8)
Dengan mengingat kematian, diharapkan setiap mu’min menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap dunia dan kesenangan-kesenangannya. Dengan mengingat kematian, sudah seharusnya manusia memendekkan angan-angan untuk dunia dan hanya mengharapkan kehidupan di negeri akhirat yang kekal.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al-‘Ankabut 29 : 64)

Dengan demikian, marilah kita mengisi sisa kehidupan ini dengan hal hal yang baik dengan amal shaleh,dan mudah mudahan amal shaleh diterima untuk bekal kehidupan kita kelak (akhirat).

2.Kedua
“Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya!”
Setiap mu’min dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk, namun sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Maka jangan sampai seorang mu’min menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan cinta dunia yang fana berupa istri, anak, harta dan kedudukan,jabatan.dan hal-hal yang dicintai.jangan melebihi cinta kita kepada Allah SWT dan Rasul.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan dari ALLAH serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(Q.S. Al Hadid 57 : 20)

Karena itu – Wahai hamba ALLAH SWT – bisa jadi semuanya akan pergi darimu, atau bisa jadi kamu yang pergi dari mereka!
Maka sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Dzat yang tidak akan pernah berpisah dan tidak akan pernah terpisah, yaitu dengan mengingat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan melakukan amal shalih yang dicintai oleh-Nya. Karena hal itu kelak akan menemani di alam kubur dan tidak akan pernah berpisah selamanya.

3.Ketiga

“Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi
balasan karenanya ”
“Berbuatlah sesukamu” berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk sesukanya. Namun semuanya akan berakhir saat kematian datang, selanjutnya setelah kematian ternyata ada perhitungan dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi balasan sesuai dengan amal perbuatannya.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Q.S. Az-Zalzalah 99 : 7-8)
Setiap balasan sesuai dengan amal yang telah dikerjakan, jika amalan yang dikerjakan tersebut baik maka balasannya akan menyenangkan dan jika buruk maka balasan tersebut akan sangat menyedihkan.
4.Keempat
Ya Muhammad “Kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam) ”
Ketinggian dan kehormatan seorang mu’min adalah usahanya menghidupkan malam dengan shalat tahajjud di dalamnya, berdzikir dan membaca Al-Qur’an.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. Al-Isrā’ 17 :79)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnah di waktu malam.” (H.R. Muslim)

5.Kelima
Ya Muhammad “Keperkasaannya adalah ketidak ketergantungan terhadap manusia!”
Kekuatan, keperkasaan dan keunggulan seorang mu’min dari orang lain adalah ketercukupannya dengan apa yang dikaruniakan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya, dan ketidak tergantung terhadap apa yang ada di tangan manusia. Dan karena mulianya hamba ini di tengah-tengah manusia, maka ia menjadi orang yang dicintai di tengah-tengah mereka.
Umur manusia itu sangatlah pendek ketika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat yang kekal. Jibril menyampaikan 5 (lima ) pesan singkat tentang melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal hal sangat bermanfaat dan bisa menyelamatkan setiap hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dari Siksa di hari pembalasan yang pasti akan datang kemudian.
Dan nasehat singkat ini pun telah mencakup kebaikan dunia dan akhirat, dan memberikan jaminan dengan kebahagiaan di dua negeri tersebut (dunia dan akhirat).
Wallahu a’lam bishshawab.
Rangkuman oleh GS

Kutbah Jum’at

Do’a yang Makbul dan do’a yang mardud

Kutbah Jumat 16 Februari 2018
oleh Bapk. Drs.H. Eyo Yahya MA.
di Masjid Wisma Cakra – Limo Cinere

Mengapa kita berdo’a:

Do’a adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh manusia khusunya umat Islam dalam menggapai suatu keinginan tertentu. Bagi Muslim, berdoa sudah menjadi suatu yang dianjurkan oleh Allah SWT. Dan hanya orang yang sombonglah yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT.

Do’a adalah mohon kepada Allah yang kita lakukan seumur hidup Do’a adalah sumsun dari Ibadah dan tiada henti hentinya seperti yang di perintah Allah SWT:

“Dan apa bila hamba hambaku bertanya kepadamu tentang Aku,maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila mereka memohon kepada – Ku .maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah Ku) dan hendaklah mereka ber iman kepada-Ku,agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
( Quran Surah: 2:186)

Do’a ada dua macam Do’a yang Makbul dan Do’a Mardud.

–   Do’a yang Makbul, ialah do’a yang di terima oleh Allah SWT.dengan ketentuan sebagai berikut:
1.Siapa yang berdo’a harus Suci lahir dan Batin.
2.Berdo’a duduk menghadap Kiblat.
3.Berdo’a di ulang tiga kali.
4.Do’a yang dibaca dimengerti artinya.
5.Syarat Iklash dan Khusu’ bagi yang ber do’a.
6.Do’a Sangat di pengaruhi ditempat tempat yang makbul dan waktu tertentu.

Dalam realita banyak sekali orang yang berdo’a setiap hari tetapi ,Belum mendapatkan apa yang dia inginkan. Untuk itu marilah kita simak  hal hal yang perlu kita ketahui agar kita dapat berdo’a sesuai ketentuan  Allah SWT.

Do’a yang Mardud, ialah do’a yang di tolak oleh Allah SWT. Karena hal hal sebagai berikut:
1.Orang yang mengenal Allah,SWT.+ Makrifat tetapi kalian tidak memenuhi Hak Hak Allah.
2.Membaca Quraan ber ulang kali , tetapi kalian tidak mengamalkannya.
3.Mengajak Cinta kepada Rasullullah tetapi ,kenapa kalian meninggalkan sunah sunah nya.
4.Bermusuhan dengan sjaitan ,tetapi kalian tidak melakukan perintah perintah Allah.
5.Berdo’a agar terhindar dari api neraka,tetapi kalian melempar kedekatan dengannya.
6.Berdo’a ingin masuk Surga tetapi kalian tidak beramal lebih baik.
7.Kematian itu pasti datang tetapi tidak kalian menyiapkannya.
8.Sibuk mengurus aib oranglain,tetapi kalian tidak memperbaiki (instropeksi) diri sendiri.
9.Nikmat yang Allah berikan tidak terhitung, tetapi kalian kurang  besyukur.
10.Menengok jenazah,mensholatkan,menghantar sampai ke liang kubur,tetapi kalian tidak mengambil ibrah dari peristiwa itu.

Demikian ,sepuluh hal yang menyebabkan tertolaknya do’a Semoga kita senantiasa bisa merenungkan adakah 10 hal tersebut ada pada diri kita.dan marilah kita berdo’a agar hati kita senantiasa tergerak untuk selalu berdoa dengan cara yang makbul.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pengenalan Tentang Masjid Wisma Cakra