Lima Nasehat kepada Nabi Muhammad.SAW
Kutbah Jumat 2 Februari 2018
oleh DR.Wahidin Saputra di Masjid Wisma Cakra Cinere
Suatu ketika Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berbicara kepada beliau untuk memberikan 5 (lima) nasehat dengan demikian apapun yang disampaikan Jibril alaihissalam kepada Nabi Muhammad SAW pada hakekatnya
juga berlaku untuk semua hamba ALLAH SWT. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja dinasehati dan diingatkan, maka bagaimana dengan manusia selain beliau? Tentunya mereka lebih membutuhkan nasehat dan peringatan,
Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jibril mendatangiku lalu berkata, “Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” Kemudian dia berkata, “Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam), dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia.”
H.R. Ath-Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim
1.Pertama
“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati ”
Hal yang terburuk bagi manusia adalah kematian, karena dengan datangnya kematian maka manusia tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi. Tak perduli mau yang tua, muda, miskin kaya, pejabat atau bawahan, tinggal nunggu giliran saja. Kullu nafsin dzaiqatul maut Setiap Nafs pasti akan mati, walaupun kita bersembunyi dalam benteng yang kokoh
Allah Subhannalahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (ALLAH), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Jumu’ah 62 : 8)
Dengan mengingat kematian, diharapkan setiap mu’min menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap dunia dan kesenangan-kesenangannya. Dengan mengingat kematian, sudah seharusnya manusia memendekkan angan-angan untuk dunia dan hanya mengharapkan kehidupan di negeri akhirat yang kekal.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al-‘Ankabut 29 : 64)
Dengan demikian, marilah kita mengisi sisa kehidupan ini dengan hal hal yang baik dengan amal shaleh,dan mudah mudahan amal shaleh diterima untuk bekal kehidupan kita kelak (akhirat).
2.Kedua
“Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya!”
Setiap mu’min dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk, namun sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Maka jangan sampai seorang mu’min menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan cinta dunia yang fana berupa istri, anak, harta dan kedudukan,jabatan.dan hal-hal yang dicintai.jangan melebihi cinta kita kepada Allah SWT dan Rasul.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan dari ALLAH serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(Q.S. Al Hadid 57 : 20)
Karena itu – Wahai hamba ALLAH SWT – bisa jadi semuanya akan pergi darimu, atau bisa jadi kamu yang pergi dari mereka!
Maka sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Dzat yang tidak akan pernah berpisah dan tidak akan pernah terpisah, yaitu dengan mengingat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan melakukan amal shalih yang dicintai oleh-Nya. Karena hal itu kelak akan menemani di alam kubur dan tidak akan pernah berpisah selamanya.
3.Ketiga
“Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi
balasan karenanya ”
“Berbuatlah sesukamu” berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk sesukanya. Namun semuanya akan berakhir saat kematian datang, selanjutnya setelah kematian ternyata ada perhitungan dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi balasan sesuai dengan amal perbuatannya.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Q.S. Az-Zalzalah 99 : 7-8)
Setiap balasan sesuai dengan amal yang telah dikerjakan, jika amalan yang dikerjakan tersebut baik maka balasannya akan menyenangkan dan jika buruk maka balasan tersebut akan sangat menyedihkan.
4.Keempat
Ya Muhammad “Kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam) ”
Ketinggian dan kehormatan seorang mu’min adalah usahanya menghidupkan malam dengan shalat tahajjud di dalamnya, berdzikir dan membaca Al-Qur’an.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. Al-Isrā’ 17 :79)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnah di waktu malam.” (H.R. Muslim)
5.Kelima
Ya Muhammad “Keperkasaannya adalah ketidak ketergantungan terhadap manusia!”
Kekuatan, keperkasaan dan keunggulan seorang mu’min dari orang lain adalah ketercukupannya dengan apa yang dikaruniakan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya, dan ketidak tergantung terhadap apa yang ada di tangan manusia. Dan karena mulianya hamba ini di tengah-tengah manusia, maka ia menjadi orang yang dicintai di tengah-tengah mereka.
Umur manusia itu sangatlah pendek ketika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat yang kekal. Jibril menyampaikan 5 (lima ) pesan singkat tentang melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal hal sangat bermanfaat dan bisa menyelamatkan setiap hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dari Siksa di hari pembalasan yang pasti akan datang kemudian.
Dan nasehat singkat ini pun telah mencakup kebaikan dunia dan akhirat, dan memberikan jaminan dengan kebahagiaan di dua negeri tersebut (dunia dan akhirat).
Wallahu a’lam bishshawab.
Rangkuman oleh GS