Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
Saudara-Saudara Muslim, Rahimakumullah
Informasi Kegiatan di MASJID WISMA CAKRA,
Sesuai edaran dari Ditjen Bimas Islam terlampir, pada hari Selasa tgl:8 Nopember 2022
Masjid Wisma Cakra akan mengadakan Sholat Sunah Gerhana Bulan,
Mohon kehadiran para Jema’ah dan saudara-saudara Muslim pada hari ini.
Waktu: ba’da Sholat Magrib. s/d selesai
Imam : Ust. Muhammad Zidni Ilman,LC,MA
Khatib : Ust. Pitriyadi,M.Ag
“Tata cara penyelenggaraan sholat akan di informasikan sebelum dimulainya Sholat berjamaah.“
Berdasarkan data astronomi, pada hari Selasa ( 8/11/2022 ) hari
ini akan terjadi gerhana bulan total atau khusuful qamar yang diperkirakan akan berlangsung sejak pukul 16:15 s.d 19:34 WIB, atau pukul 17:15 s.d 20:34 WITA, serta pukul 18:15 s.d 21:34 WIT.
Sehubungan itu, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Ditjen Bimas Islam mengimbau umat Islam agar melakukan shalat sunnah gerhana secara berjamaah.
Kami mengimbau kaum muslimin agar melakukan Shalat Gerhana, kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag yang juga Pelaksana Tugas Dirjen Bimas Islam, Muchtar Ali, Selasa (08/11/2022 ).
Menurutnya, sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, umat Islam sangat dianjurkan (sunah muakkadah) untuk melakukan salat gerhana, walaupun dalam posisi gerhana bulan sebagian.
Mempertimbangkan waktu terbit Bulan di masing-masing daerah, maka Shalat Gerhana dilakukan setelah shalat Maghrib sampai selesai Gerhana sesuai dengan waktu di atas, ujarnya.

Adapun tatacara Pelaksanaan shalat gerhana adalah sebagai berikut:
Imam membaca:
الصلاة جامعة رحمكم الله
1. Berniat di dalam hati. Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ (Saya berniat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT).
2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa
3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).
4. Ruku’
5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat al quran. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
7. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
11. Salam.
Setelah itu imam/Khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya shalat iedul fithri/ideul Adha) kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar serta disunahkan untuk bersedekah. Selanjutnya Jumlah Al-Fatihah, rukuk, dan iktidal dalam 2 rakaat shalat gerhana ini berjumlah 4 kali