Maulid Nabi Muhammad SAW 1444.H.

Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
Masjid Wisma Cakra akan memeperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam ,yang telah di lahirkan pada tanggal 12 Bulan Rabiul Awal ,
Sebagai Umat Islam kita tentu menyambut dengan gembira dan memeriahkan hari tersebut dengan berbagai kegiatan ke-agamaan.
Masjid Wisma Cakra akan menyelenggarakan pada tgl: 1 Oktober 2022, dalam rangka menyambut Maulid Nabi Nuhammad S.A.W. dengan tema “Aktualisasi Qudwah Hasanah Nabi dalam kehidupan sehari hari”
Pengertian Qudwah Hasanah adalah salasatu sifat yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin.,secara etomologi adalah teladan yang baik.
Sesungguhnya Rasulullah S.A.W. adalah Teladan yang paling baik untuk kita contoh.
Acara dimulai Ba’da magrib sampai dengan selesai.

Terimakasih,mari kita makmurkan masjid kita dengan dengan mengikuti acara tersebut ajak seluruh keluarga dan sahabat untuk meningkatkan Cinta kita kepada Rasulallah S.A.W.

Pemuliaan Jenazah

INFORMASI DKM Masjid Wisma Cakra menjadi member. KPJ Institute Masjid Raya Pondok Indah . Dalam hal ada musibah kematian dari warga Wisma Cakra atau Jema’ah masjid Wisma Cakra yang mengalami musibah ,kini DKM telah menjadi member pelayanan jenazah.dari : *Layanan Pemuliaan Jenazah* *KPJ INSTITUTE -* *MASJID RAYA PONDOK INDAH* Info Darurat/Penting : kontak person yang bisa dihubungi sebagai berikut: 📱 Rusmono Hy, 24 jam 0811912074 📱 Afifudin 087888028799 📱 Eko Setyono 085286770009 ☎️ Kantor 0217666166 ( 24 jam Satpam yang angkat telepon ) Manfaat dari Member: Fasilitas yang didapatkan bagi Member KPJCARD meliputi : ▪️Memandikan, ▪️Mengkafani, ▪️Menshalati bersama-sama dan ▪️Mengantar ke Pemakaman dg Mobil Jenazah (standar) Berikut (termasuk) Perlengkapan yang disediakan KPJ : • Pemulia Jenazah Pria/Wanita sesuai dengan Jenis Kelamin Jenazah (bertugas memandikan, mengkafani dan guide pembimbing bagi keluarganya), • Peralatan & perlengkapan mandi (bak mandi, bantalan, sabun, sampo, bubuk kapur barus, sarung tangan, cotton bud, dan kain tirai penutup tempat mandi) • Perlengkapan 1 set Kafan (Kain kafan, kapas, kain batik alas, bubuk cendana, bubuk kapur barus, minyak wangi non alcohol) • Mobil Jenazah pengantaran Pemakaman dalam kota (standarnya Luxio, Panther), pengantaran Pemakaman di hari berbeda dikenakan infaq Rp. 500.000,- • Papan Nisan sementara dan Papan Dinding Ari (liang lahat) bila di Pemakaman tidak disediakan. – Pelaksanaan pemandian dan pengkafanan pada siang hari, bila dilaksanakan di malam hari dikenakan infaq Rp. 500.000,- ■ Tambahan lain lain Diluar/bukan Fasilitas : – Bunga-bunga – Tempat Pemakaman diurus sendiri oleh pihak Keluarga. – Permintaan type Mobil yang bukan standar (standarnya Luxio, Panther). – Forider – Tenda, kursi dll. – Ustadz untuk Imam Shalat Jenazah dan Doa di Pemakaman (biasanya pihak keluarga ada ustadz atau pengurus masjid setempat), bila diperlukan KPJ siap membantu. – Pengantaran Keluar Kota, dikenakan infaq tambahan sesuai kota tujuan. – Penjemputan di Rumah Sakit dalam kota (infaq Rp. 500.000) – Penjemputan dari Bandara (dikenakan infaq Rp. 1.500.000) Manfaat berkelanjutan : Bilamana telah terpakai, Kartu Member dapat diaktifkan kembali dengan mengisi ulang infaq (Top Up), sebesar Rp. 1.500.000,- agar pemanfaatan dapat dilanjutkan Kembali untuk yang akan datang. Cakra; tgl: 18 September 2022.

Birrul Walidain

Tausiah Bapak Ustad Drs.Tamsir Ridho MA
Berbuat baik kepada kedua orang tua. (Birrul Walidain)
Tauziah keluarga Haji Al Azhar 1994
Apa yang di maksut Birrul walidain itu?.
Birrul Walidain terdiri dari kata birru dan walidain. Birru atau al-birru berarti kebajikan dan al-walidain artinya kedua orang tua atau ibu bapak.
Birrul walidain berarti berbuat baik kepada kedua orang tua.
Dalam mensikapi realita kehidupan saat ini yang semakin maju akibat moderenisasi serta kemajuan komunikasi global yang sangat berpengaruh terhadap tata cara pergaulan dan sopan santun / penghargaan anak terhadap orang tua yang tidak kita sadari timbul hal2 yang negatip di masyarakat peran anak terhadap orang tua seperti tidak ada bedanya dengan teman teman sebayanya. hal ini perlu segera diluruskan sesuai perintah Allah SWT.
Perintah berterima kasih kepada kedua orang tua diletakkan Allah SWT setelah perintah berterima kasih kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya di dalam Al Quran :surah Luqman: 14 ,yang artinya:
“Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya, ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang semakin lemah, dan menyusukannya selama dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada Ku lah kembalimu.”
Dari perintah tersebut sudah jelas kita harus melaksanakannya sebagai kuwajiban anak terhadap
orang tuanya semasa masih hidup dengan mengacu kepada Perintah Allah SWT dan
Sabda Rasulullah SAW.
Lalu apa bentuk-bentuk birrul walidain atau dengan kata lain bagaimana cara kita mewujudkan birrul walidain ini?
Ada banyak cara agar kita sebagai anak dapat mewujudkan birrul walidain ini, antara lain:
1.Berbicaralah dengan lemah lembut (QS:Al Isra’:24)
2.Mendoakan akan kesehatannya. ibu bapak agar diberikan ampunan, rahmat, dan lain sebagainya, se
bagaimana firman Allah dalam (QS:Nuh : 28 ) yang artinya,
“Ya Rabbku, ampunilah aku, ibu bapakku, ….”
3.Memenuhi kebutuhan hidupnya apabila mereka sudah tua dan Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bahwa betapapun banyaknya kita mengeluarkan uang atau membantu kedua orang tua,maka itu tidak sebanding dengan jasa mereka kepada kita.
4.Meminta restunya terlebih dahulu apa bila kita akan melaksanakan hal2 yang penting.
Ingat sabda Rasulullah SAW : “Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan kemarahan Allah ada pada kemarahan orang tua.” (HR. Tirmidzi)
Selanjutnya apabila orang tua kita meninggal “Yaitu pada hari yang tidak berguna harta dan anak anak,kecuali orang yang datang kepada Allah dengan Hati yang Selamat (*) “
(*) Hati yang bersih dari syirik dan Ke munafikan., (QS:Asy Syu’araa : 88-89)
maka kuwadjiban kita harus menyelenggarakan pengursan jenasah sbb :
a.Memandikan , mengkafani,men Sholatkan dan menguburkan.
b.Senantiasa berdo’a untuk memohonkan ampunan atas dosa2nya.
c.Memenuhi perihal Janji nya semasa masih Hidup yang belum terpenuhi,
Contoh: melaksanakan Wasiat nya, menyelesaikan hutang piutangnya dll.
d. Menghormati terhadap teman /sahabat Orangtuanya, semasa masih hidup,dan meneruskan silaturrahmi yang dibinanya
Insya Allah dengan Tawadhu’ (rendah hati) kita dapat melaksanakan kuajiban kita untuk senantiasa berbakti kepada kedua orangtua (Birrul walidain).Amin Ya Robbal Alamin.

Ringkas oleh GS.
25 April 2010

Adab Silaturahmi dengan tetangga

Adab Silaturahmi dengan Tetangga
Bersikaplah sopan dan ramah tamah dengan semua tetangga jangan pelit dalam tegur sapa.
Sapalah tetangga jika melihat tetangga anda akan pergi, tanyakan mau ke mana dan kapan ia akan kembali ke rumahnya. Bila Anda menghormati tetangga maka Anda pun akan mendapat penghormatan dari orang lain. Ingat firman Allah yang artinya.”Jika kamu berbuat balk maka kebaikan itu untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat / kejelekan, maka kehancuran akan menimpa dirinya sendiri”. (QS:Al Isra ayat 7).

Jangan suka terlibat pada urusan keluarga tetangga. Anda boleh membantu jika di minta, jika tidak anda tidak perlu melakukannya.
Jangan suka mencari-cari kesalahan kelemahan tetangga ,Bergaulah dengan wajar-wajar saja. Ingatlah peringatan ­Allah,” Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagaian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?”. (QS:Al Hujarat: 12)

Bergaulah dengan tetangga atas dasar hubungan pribadi karena Allah, jangan karena tetangga anda berseteru dangan: saudara atau teman anda kemudian anda juga turut terlibat atau menjauhi tetangga anda. Justru Anda harus menjadi juru damai di antara keduanya. Ingatlah firman Allah,”Sesungguhnya or­ang-orang mukmin bersaudara maka damaikanlah antara kedua saudaramu yang sedang bertikai”.
(QS:Al Hujarat: 10)
Tumbuhkan rasa tenggang rasa dengan tetangga anda. Jika anda makan-makanan yang lezat sementara makanannya hanya sedikit jangan dipamerkan kepada tetangga anda. Tetapi jika makanan itu mencukupi untuk dibagikan kepada tetangga maka bagillah. walaupun hanya sedikit. Rasulullah memberikan contoh, jikau anda masak masakan yang jumlahnya sedikit, sedang baunya sampai ke rumah tetangga. maka berilah tetangga anda walaupun hanya kuahnya saja.

Hargailah apa yang diberikan tetangga kepada anda. walaupun mungkin penghargaan itu tidak berharga buat anda. Jangan sekali-kali anda membuang atau menyepelekan pemberian tetangga anda, sehingga tetangga melihatnya. Rasulullah mengatakan.”Hai kaum muslimat Janganlah seorang tetangga menganggap tiada berharga pemberian kepada tetangganya, walaupun pemberiannya hanya berupa kaki kambing saja”.( HR. Bukhori).

Bila anda ingin membagikan sesuatu yang terbatas, maka berikan kepada tetangga yang terdekat. Siti Aisyah bertanya kepada Rasulullah:”Ya Rasulullah saya memiliki dua orang tetangga. Kepada yang manakah saya memberikan hadiah”. Rasul menjawab:”Kepada tetangganya yang pintunya lebih dekat dengan engkau”. (H.R. Bukhori).

Lakukanlah silturrahmi dengan tetangga anda. Bila tetangga lama tidak muncul atau tidakdatang ke rumah anda, tengoklah is barangkali is sedang sakit atau sedang mengahadapi masalah yang memerlukan bantuan anda. Jangan sekali-kali anda merasa gengsi bila ingin berkunjung ke rumah tetangga. Jangan menunggu tetangga yang bersilaturrahmi terlebih dahulu, sebaiknya andalah yang bersilaturrahmi dahulu.
Bila terjadi pertengkaran dengan tetangga, cepat-cepatlah berdamai, jangan sampai melebihi tiga hari tiga malam. Anda tidak perlu merasa gengsi untuk meminta maaf terlebih dahulu.
Karena justru orang yang pertama kali meminta maaf itulah yang mulia.
Rasulullah bersabda : “Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan saudaranya melebihi waktu tiga hari tiga malam. Bila bertemu keduanya saling berpaling “ dan yang terbaik di antara keduanya adalah yang pertama kali mengucapkan salam “ ( Muttafag ‘alaih)
Jangan sekali kali memberikan makanan kepada tetangga ,dimana anda tidak suka dengan makanan itu.Bila anda ingin memberikan makanan atau apa saja kepada tetangga berilah dengan yang anda sendiri masih menyukainya.
Ingat Firman Allah : “ Dan janganlah kamu memilih yang buruk buruk lalu kamu menafkahkan dari padanya,padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya “ (QS: Al Baqoroh,ayat 267)
Sumber: Dzikir dan Do’a Iman Pengaman Dunia ,oleh;K.H.Mawardi Labay El Sulthani

Cara Sayyidina Ali bin Abi Thalib Menghormati orang yang Berilmu

Orang berilmu dihormati Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Sayyidina Ali bin Abi Thalib sahabat Rasulullah SAW sekaligus menantu memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas. Begitu luasnya ilmu dan pengetahuan, Rasullah SAW pernah berkata. “Aku adalah pintunya ilmu, dan Ali adalah kuncinya.”
Selama hidupnya Ali bin Abi Thalib, begitu hormat dan menghargai kepada orang-orang yang berilmu. Sehingga pantas dia mendapat keberkahan dari orang-orang yang berilmu, karena dia begitu hormat dan menghargai orang yang berilmu.
Penghargaan dan penghormatan Ali bin Abi Thalib kepada orang yang berilmu dapat dilihat dari perkataannya. Menurutnya, dia antara wujud memuliakan ilmu adalah menghormati guru. Ali ra berkata:
“Aku adalah hamba sahaya bagi orang yang mengajariku satu huruf. Jika mau ia boleh menjualku dan jika mau ia membebaskanku.”
Imam Az-Zarnuzi dalam kitabnya. “Ta’Limul, Mutallim” dalam persoalan ini ada syair yang dilantunkan:
“Aku melihat bahwa hak yang paling kuat adalah hak seorang Mualim ialah hak yang paling wajib dijaga oleh setiap muslim ia berhak diberi hadiah 1000 dirham untuk setiap huruf yang diajarkan, sebagai penghormatan.”
Sesungguhnya orang yang mengajarimu satu huruf yang kamu butuhkan dalam urusan agama, sejatinya Ia adalah bapakmu dalam agama.
Imam Az-Zarnuzi, guru kami Asy-Syekh Imam Sadiduddin Asy-Syirazi rahimahullah berkata.
“Guru-guru kami berkata. Siapa yang menginginkan anaknya menjadi seorang alim, hendaknya ia memperhatikan para fuqaha yang terasing, menghormati mereka, mengagungkan mereka dan memberi mereka sesuatu. Jika nanti anaknya tidak menjadi seorang alim ulama maka cucunyalah yang menjadi seorang alim.”
Salah satu cara menghormati seorang alim adalah tidak berjalan di depannya, tidak menduduki tempat duduknya, tidak memulai pembicaraan di hadapannya kecuali atas izinnya, tidak banyak berbicara di hadapannya, tidak bertanya tentang sesuatu saat sedang bosan, memperhatikan waktu, dan tidak mengetuk pintunya tetapi sabar menantinya hingga ia keluar.
Kesimpulannya seorang penuntut ilmu harus mencari ridho gurunya, menjauhi kemurkaannya, melaksanakan perintahnya selama bukan maksiat. Karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada pencipta.
Hal tersebut selaras dengan sabda Nabi:
“Sesungguhnya seburuk-buruk manusia adalah yang membuang agamanya demi mengincar dunia orang lain dan dengan bermaksiat kepada sang pencipta”
Di antara bentuk penghormatan kepada seorang guru adalah menghormati anak-anaknya dan siapa saja yang memiliki hubungan dengannya.
Guru kami Syekhul Islam Burhanudin, pengarang kitab Al-Hidayah rahimahullah pernah berkata.
“Ada salah seorang Imam senior di Bukhara ikut duduk dalam satu majelis kadang-kadang ia berdiri di tengah-tengah pelajaran. Maka orang pun menanyakan hal itu. Dia menjawab.
“Sesungguhnya Putra Guruku sedang bermain bersama anak-anak di jalan dan kadang-kadang ia datang ke pintu masjid. Apabila aku melihatnya, maka aku berdiri sebagai penghormatan untuk guruku.”
Sumber:Republika.co.id
Jakarta :13 Sept 2022

Lima Nasehat

Lima Nasehat kepada Nabi Muhammad.SAW
Kutbah Jumat 2 Februari 2018
oleh DR.Wahidin Saputra di Masjid Wisma Cakra Cinere

Suatu ketika Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berbicara kepada beliau untuk memberikan 5 (lima) nasehat dengan demikian apapun yang disampaikan Jibril alaihissalam kepada Nabi Muhammad SAW pada hakekatnya
juga berlaku untuk semua hamba ALLAH SWT. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja dinasehati dan diingatkan, maka bagaimana dengan manusia selain beliau? Tentunya mereka lebih membutuhkan nasehat dan peringatan,
Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jibril mendatangiku lalu berkata, “Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” Kemudian dia berkata, “Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam), dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia.”
H.R. Ath-Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim

1.Pertama
“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati ”
Hal yang terburuk bagi manusia adalah kematian, karena dengan datangnya kematian maka manusia tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi. Tak perduli mau yang tua, muda, miskin kaya, pejabat atau bawahan, tinggal nunggu giliran saja. Kullu nafsin dzaiqatul maut Setiap Nafs pasti akan mati, walaupun kita bersembunyi dalam benteng yang kokoh
Allah Subhannalahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (ALLAH), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Jumu’ah 62 : 8)
Dengan mengingat kematian, diharapkan setiap mu’min menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap dunia dan kesenangan-kesenangannya. Dengan mengingat kematian, sudah seharusnya manusia memendekkan angan-angan untuk dunia dan hanya mengharapkan kehidupan di negeri akhirat yang kekal.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al-‘Ankabut 29 : 64)

Dengan demikian, marilah kita mengisi sisa kehidupan ini dengan hal hal yang baik dengan amal shaleh,dan mudah mudahan amal shaleh diterima untuk bekal kehidupan kita kelak (akhirat).

2.Kedua
“Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya!”
Setiap mu’min dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk, namun sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Maka jangan sampai seorang mu’min menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan cinta dunia yang fana berupa istri, anak, harta dan kedudukan,jabatan.dan hal-hal yang dicintai.jangan melebihi cinta kita kepada Allah SWT dan Rasul.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan dari ALLAH serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(Q.S. Al Hadid 57 : 20)

Karena itu – Wahai hamba ALLAH SWT – bisa jadi semuanya akan pergi darimu, atau bisa jadi kamu yang pergi dari mereka!
Maka sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Dzat yang tidak akan pernah berpisah dan tidak akan pernah terpisah, yaitu dengan mengingat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan melakukan amal shalih yang dicintai oleh-Nya. Karena hal itu kelak akan menemani di alam kubur dan tidak akan pernah berpisah selamanya.

3.Ketiga

“Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi
balasan karenanya ”
“Berbuatlah sesukamu” berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk sesukanya. Namun semuanya akan berakhir saat kematian datang, selanjutnya setelah kematian ternyata ada perhitungan dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi balasan sesuai dengan amal perbuatannya.
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Q.S. Az-Zalzalah 99 : 7-8)
Setiap balasan sesuai dengan amal yang telah dikerjakan, jika amalan yang dikerjakan tersebut baik maka balasannya akan menyenangkan dan jika buruk maka balasan tersebut akan sangat menyedihkan.
4.Keempat
Ya Muhammad “Kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam) ”
Ketinggian dan kehormatan seorang mu’min adalah usahanya menghidupkan malam dengan shalat tahajjud di dalamnya, berdzikir dan membaca Al-Qur’an.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. Al-Isrā’ 17 :79)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnah di waktu malam.” (H.R. Muslim)

5.Kelima
Ya Muhammad “Keperkasaannya adalah ketidak ketergantungan terhadap manusia!”
Kekuatan, keperkasaan dan keunggulan seorang mu’min dari orang lain adalah ketercukupannya dengan apa yang dikaruniakan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya, dan ketidak tergantung terhadap apa yang ada di tangan manusia. Dan karena mulianya hamba ini di tengah-tengah manusia, maka ia menjadi orang yang dicintai di tengah-tengah mereka.
Umur manusia itu sangatlah pendek ketika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat yang kekal. Jibril menyampaikan 5 (lima ) pesan singkat tentang melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal hal sangat bermanfaat dan bisa menyelamatkan setiap hamba ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dari Siksa di hari pembalasan yang pasti akan datang kemudian.
Dan nasehat singkat ini pun telah mencakup kebaikan dunia dan akhirat, dan memberikan jaminan dengan kebahagiaan di dua negeri tersebut (dunia dan akhirat).
Wallahu a’lam bishshawab.
Rangkuman oleh GS

Kutbah Jum’at

Do’a yang Makbul dan do’a yang mardud

Kutbah Jumat 16 Februari 2018
oleh Bapk. Drs.H. Eyo Yahya MA.
di Masjid Wisma Cakra – Limo Cinere

Mengapa kita berdo’a:

Do’a adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh manusia khusunya umat Islam dalam menggapai suatu keinginan tertentu. Bagi Muslim, berdoa sudah menjadi suatu yang dianjurkan oleh Allah SWT. Dan hanya orang yang sombonglah yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT.

Do’a adalah mohon kepada Allah yang kita lakukan seumur hidup Do’a adalah sumsun dari Ibadah dan tiada henti hentinya seperti yang di perintah Allah SWT:

“Dan apa bila hamba hambaku bertanya kepadamu tentang Aku,maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila mereka memohon kepada – Ku .maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah Ku) dan hendaklah mereka ber iman kepada-Ku,agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
( Quran Surah: 2:186)

Do’a ada dua macam Do’a yang Makbul dan Do’a Mardud.

–   Do’a yang Makbul, ialah do’a yang di terima oleh Allah SWT.dengan ketentuan sebagai berikut:
1.Siapa yang berdo’a harus Suci lahir dan Batin.
2.Berdo’a duduk menghadap Kiblat.
3.Berdo’a di ulang tiga kali.
4.Do’a yang dibaca dimengerti artinya.
5.Syarat Iklash dan Khusu’ bagi yang ber do’a.
6.Do’a Sangat di pengaruhi ditempat tempat yang makbul dan waktu tertentu.

Dalam realita banyak sekali orang yang berdo’a setiap hari tetapi ,Belum mendapatkan apa yang dia inginkan. Untuk itu marilah kita simak  hal hal yang perlu kita ketahui agar kita dapat berdo’a sesuai ketentuan  Allah SWT.

Do’a yang Mardud, ialah do’a yang di tolak oleh Allah SWT. Karena hal hal sebagai berikut:
1.Orang yang mengenal Allah,SWT.+ Makrifat tetapi kalian tidak memenuhi Hak Hak Allah.
2.Membaca Quraan ber ulang kali , tetapi kalian tidak mengamalkannya.
3.Mengajak Cinta kepada Rasullullah tetapi ,kenapa kalian meninggalkan sunah sunah nya.
4.Bermusuhan dengan sjaitan ,tetapi kalian tidak melakukan perintah perintah Allah.
5.Berdo’a agar terhindar dari api neraka,tetapi kalian melempar kedekatan dengannya.
6.Berdo’a ingin masuk Surga tetapi kalian tidak beramal lebih baik.
7.Kematian itu pasti datang tetapi tidak kalian menyiapkannya.
8.Sibuk mengurus aib oranglain,tetapi kalian tidak memperbaiki (instropeksi) diri sendiri.
9.Nikmat yang Allah berikan tidak terhitung, tetapi kalian kurang  besyukur.
10.Menengok jenazah,mensholatkan,menghantar sampai ke liang kubur,tetapi kalian tidak mengambil ibrah dari peristiwa itu.

Demikian ,sepuluh hal yang menyebabkan tertolaknya do’a Semoga kita senantiasa bisa merenungkan adakah 10 hal tersebut ada pada diri kita.dan marilah kita berdo’a agar hati kita senantiasa tergerak untuk selalu berdoa dengan cara yang makbul.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pengenalan Tentang Masjid Wisma Cakra

Tugas & Tanggung jawab


1.Ketua:

  • Mengkoordinasi bidang-Bidang Dakwa dan Sosial .
  • Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasional Masjid.
  • Bertanggung jawab ke pada Dewan Penyantun Masjid
  • Mengkordinir Laporan Kegiatan secara Bulanan ke Jema’ah

2.Wakil Ketua:

  • Mengkoordinasi bidang-Bidang Dakwa dan Sosial .
  • Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasional Masjid.
  • Bertanggung jawab ke pada Dewan Penyantun Masjid
  • Mengkordinir Laporan Kegiatan secara Bulanan ke Jema’ah

3.Sekretaris

  • Membuat surat keluar dan surat masuk
  • Mempersiapkan matari dan persiapan rapat DKM
  • Membuat notulen rapat ,dan monitor tindak lanjut dari hasil rapat.
  • Mengarsip semua data kegiatan
  • Merangkum dan membuat laporan kegiatan secara umum
  • Bertanggung jawab kepada ketua umum

4. Bendahara

  • Mencatat dan membukukan semua aliran dana yang diserahkan oleh

Bidang Dana – ZIS  dan Bantuan2 Extern.

  • Merangkum dan membuat laporan keuangan untuk seluruh kegiatan
  • Bertanggung jawab kepada ketua umum

5,Bidang Dana.

           o Menggalang dana untuk kegiatan operasional masjid 

           o  Menyediakan kotak-kotak amal intern /eksteren Masjid

           o  Melaporkan dan menyetorkan kepada bendahara

           o  Mengumumkan pemasukan dana infak dan penggunaannya,

               Pada saat sholat Jum’at.

6.Bidang Zakat Infak Sodaqoh

  • Menyusun data base (daftar-jema’ah) yang terkait dengan Z I S
  • Menerima ZIS dari donator
  • Menyalurkan ZIS kepada yang berhaq.
  • Membuat laporan hasil pelaksanaan terkait Z I S.

7. Bidang dakwah

  • Bertanggung jawab kepada Ketua I
  • Mengkordinir pelaksanaan Sholat wajib /  harian
  • Mengkoordinir kegiatan-kegiatan pengajian mingguan
  • Membuat Jadwal petugas Sholat Juma’at

     1.Pembawa acara ;  2. Muazin ;  3.Ustad / Kutbah Jum’at

  •  Mengadakan penceramah / ustad dan menetapkan tema ceramah
  • Menyelenggarakan sholat Jum’at
  • Membimbing remaja masjid

8. Bidang Pendidikan Tarbiyah – Taman Pendidikan Al Qur’an

  • Mengkoordinasi bidang TPA dan bertanggung jawab kepada Ketua
  • Menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar
  • Mengkordinir Guru2 untuk TPA.Pembagian Kelompok belajar.
  • Menyediakan sarana dan prasana kegiatan

1. Meja  untuk baca ; 2. Papan Tulis ; 3.Absensi siswa/siswi

  • Membuat rencana kegiatan dan laporan perkembangan murid .
  • Merencanakan Anggaran Biaya kebutuhan belajar / mengajar.

9.Bidang Sosial.

  • Mengkordinasi jemaah yang berminat menyantuni anak yatim piatu
  • Mengkoordinir kegiatan-kegiatan sosial / bantuan bencana alam dll.
  • Membimbing remaja masjid dalam kegiatan sosial.
  • Kordinasi kegiatan2 jema’ah masjid;misalnya Wisata Rohani ke tempat2 Pesantren atau masjid lain untuk meningkatkat ukuwah Islamiah.
  • Kordinasi dalam membantu warga yang mengalami musibah ,kematian.

.

10. Ketua  1 Bidang Dakwa :

  • Mengkoordinasi bidang TPA, Bidang dakwah , PHBI dan Remaja
  • Memonitor program dan realisasi atas kegiatan bidang di bawahnya
  • Bertanggung jawab kepada ketua umum

11. Ketua  II. Bidang Sosial

  • Mengkoordinasi bidang TPA, Bidang dakwah , PHBI dan Remaja
  • Mengkoordinasi bidang dana, sosial dan perlengkapan
  • Bertanggung jawab atas kegiatan bidang di bawahnya
  • Bertanggung jawab kepada ketua umum

12. Panitia Hari Besar Islam (PHBI)

  • Menyelenggarakan acara-acara hari besar Islam (dibentuk Panitya)
    • Mengkoordinir kegiatan, merekrut personil dan  dana
    • Membuat laporan kegiatan maupun keuangan pada setiap acara hari besar Islam

Masjid Wisma Cakra – Limo

  1. I. TUGAS DAN FUNGSI BIDANG KEPENGURUSAN

Pembagian Tugas dan Tanggung jawab untuk masing – masing fungsi disusun dalam satu pedoman kerja sebagaimana rincian  dibawah ini, bila nantinya terdapat perkembangan kegiatan yang semakin luas dan ada saran2 perbaikan maka pedoman ini akan di tinjau ulang pada saat pembahasan DKM.

  1. Ketua.
  2. Mengkoordinasi Semua kegiatan Organisasi DKM secara keseluruhan serta mengupayakan peningkatan kwalitas dan kuwantitas Jemaah di Masjid Cakra secara baik .
  3. Bertanggung jawab ke pada Badan Penyantun Masjid
  4. Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasional Masjid ,sesuai dengan program kerja yang disetujui Dewan Pembina dan BP yang terkait dengan pihak2 eksteren .
  5. Membuat rencana kerja DKM sesuai masa penugasan.
  6. Mengkordinir Laporan Kegiatan secara Triwulan ke Badan Penyantun

  1. Wakil Ketua.
  2. Mengkoordinasi serta mengupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas Jemaah di Masjid

Cakra secara baik

  1. Dalam kegiatan membawahi Bidang Ibadah dan Dakwah, Bidang Pendidikan, Majlis Taklim dan Remaja Masjid
  2. Meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan Ibadah, baik rutin maupun non rutin
  3. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajian
  4. Mewakili Ketua apabila berhalangan hadir.
  5. Bertanggung jawab kepada Ketua DKM

  1. Sekretaris
  2. Bertanggung jawab atas administrasi kegiatan masjid.
  3. Mengembangkan kualitas manajemen operasional masjid.
  4. Meningkatkan dan memelihara sarana dan prasarana masjid
  5. Mempersiapkan matari dan persiapan rapat DKM
  6. Membuat notulen rapat ,dan menindak lanjut hasil rapat.
  7. Mengarsip semua data kegiatan
  8. Merangkum dan membuat laporan kegiatan secara umum
  9. Bertanggung jawab kepada Ketua DKM

  1. Bendahara
  2. Mencatat dan membukukan semua aliran dana yang diserahkan oleh

Bidang Dana, bidang ZIS  dan Wakaf serta sumbangan atau donasi external.

  1. Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja DKM
  2. Mengendalikan dan  menertipkan  Anggaran  belanja  keuangiatan  Masjid  sesuai  dengan ketentuan / prosedur.
  3. Merangkum dan membuat laporan keuangan untuk seluruh kegiatan
 
  1. Membuka rekening Bank atas nama DKM yang di tandatangani minimal 2 orang Bendahara dan Ketua atau Wakil Ketua bila Ketua berhalangan
  2. Melakukan pembayaran atas pengeluaran rutin, termasuk gaji dan honorarium sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  3. Melakukan pembayaran  atas  pengeluaran  non  rutin,  pengeluaran  darurat  dan  jenis pengeluaran non rutin lainnya.
  4. Dalam Pelaksanaan di bantu oleh Kordinator Bidang Dana dan Kordinator Bidang Z I S dan

Wakaf

  1. Melaporkan / pengumuman perolehan dana masuk kepada jamaah setiap Jum’at atau pada

kegiatan hari besar Islam.

  1. Bertanggung jawab kepada Ketua DKM

  1. Kordinator Bidang Ibadah dan Dakwah
  2. Bertanggung jawab kepada Ketua /Wakil Ketua
  3. Mengkordinir pelaksanaan Sholat wajib / harian
  4. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan pengajian mingguan
  5. Membuat Jadwal petugas Sholat Juma’at
  6. a) Pembawa acara b) Muazin
  7. c) Ustad / Kutbah Jum’at
  8. Mengadakan penceramah / ustad dan menetapkan tema ceramah.
  9. Mengevaluasi hasil yang disampaikan.penceramah apakah sesuai tema
  10. Menyelenggarakan sholat Jum’at, sholat Iedul Fitri dan sholat Iedul Adha
  11. Membimbing remaja masjid
  12. Merencanakan kegiatan hari besar Islam untuk bahan pembahasan dalam tim DKM

  1. Bidang Pendidikan – Taman Pendidikan Al Qur’an
  2. Mengorganisir Guru2 TPA.
  3. Menyusun kurikulum
  4. Menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar TPA
  5. a) Kordinasi guru2 TPA
  6. b) Pembagian Kelompok TP
  7. c) Menyediakan sarana  dan  prasana  kegiatan:  Meja  untuk  baca,  Papan  Tulis, Absensi siswa/siswi dll
  8. d) Membuat laporan perkembangan murid TPA
  9. Membuat laporan kegiatan dan keuangan secara berkala
  10. Mengumpulkan iuran bulanan dari siswa,bagi yang mampu.
  11. Penyuluhan ketrampilan2 bagi Ibu ibu,dan pendidikan bagi anak anak.

  1. Kordinator Bidang Dana
  2. Mengelola Penerimaan dan Pengeluaran Non Rutin
  3. Sebagai Bendahara Ad-Hoc untuk kegiatan insidentil apabila diperlukan
 
  1. Mengkoordinasi bidang dana, sosial dan perlengkapan
  2. Menggalang dana untuk kegiatan operasional masjid.
  3. Menghitung penerimaan rutin dari kotak infaq
  4. Bertanggung jawab kepada Bendahara.

  1. Kordinator Bidang Z I S dan Wakaf.
  2. Menyusun data base Jemaah yang terkait dengan ZIS
  3. Menyediakan kotak-kotak amal intern Masjid
  4. Menerima ZIS dari donatur
  5. Menghitung ZIS
  6. Melaporkan dan menyetorkan kepada bendahara
  7. Menyalurkan ZIS kepada yang berhaq
  8. Melaporkan pemasukan dana dan penggunaannya kepada Bendahara.
  9. Bertanggung Jawab kepada Bendahara.

  1. Kordinator Bidang Sarana dan Prasarana
  2. Bertanggung Jawab kepada Sekretaris.
  3. Mengelola penggunaan utilitas masjid a) Listrik
  4. b) Air
  5. c) Telepon d) Internet
  6. Memelihara dan mengelola inventaris masjid
  7. Menyiapkan perlengkapan khusus untuk acara Hari Besar Islam
  8. Membawahi Marbod dan tenaga kerja tenaga kerja dibawahnya.
  9. Melakukan pembangunan dan pengembangan fasilitas masjid
  10. Pemeliharaan bangunan utama masjid dan bangunan/fasilitas pendukung a) Ruang Sholat
  11. b) Ruang Sekretariat c) Ruang wudhu
  12. d) Toilet
  13. e) Gudang perlengkapan f)  Halaman dan taman

  1. Bidang Humas /Perpustakaan
  2. Buletin online tentang Masjid.
  3. Informasi tentang Kegiatan Masjid.
  4. Mengelola Perpustakaan.
  5. Mengendalikan biaya2 untuk :Publikasi, Brosur, Buletin, Perpustakaan.
  6. Menyelenggarakan administrasi Perpustakaan. a) Daftar Pustaka,
  7. b) Daftar Anggota,
 
  1. c) Monitor Buku Masuk,
  2. d) Monitor peredaran buku.
  3. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan sosial / bantuan bencana alam dll.
  4. Kordinasi dalam membantu warga yang mengalami musibah ,kematian.

  1. Seksi Perlengkapan
  2. Bertanggung jawab kepada ketua Bidang Sarana dan Prasarana
  3. Pemeliharaan perlengkapan ibadah a) Karpet
  4. b) Sajadah
  5. c) Mukenah
  6. d) Kotak2 infaq
  7. e) Karpet terpal (untuk sholat luar ruangan)
  1. Pemeliharaan perlengkapan masjid:
  2. a) Sound System, CCTV, Telepon, Internet dan jaringannya, b) AC, Kipas Angin
  3. c) Instalasi listrik dan air
  4. d) Lampu-lampu penerangan e) Papan nama masjid
  5. f) Pagar pembatas masjid

  1. Marbod
  2. Bertanggung jawab kepada Ketua Bidang Sarana dan Prasarana
  3. Bertanggung jawab atas peralatan kebersihan dan material habis pakai
  4. Pembagian tugas dan mengawasi petugas kebersihan di bawah nya
  5. Memelihara kebersihan dan kerapian :
  6. a) Ruang Sholat b)  Teras Masjid
  7. c) Ruang dan tempat Wudhu d)  Toilet
  8. e) Halaman Masjid (taman)
  9. Memastikan kunci pagar dan pintu masjid bekerja dengan baik
  10. Berkoordinasi dengan pihak lain dalam hal keamanan masjid

  1. Seksi Konsumsi
  2. Bertanggung jawab kepada Ketua Bidang Sarana dan Prasarana
  3. Mengkoordinir pengadaan konsumsi untuk acara-acara tertentu
  4. Mempersiapkan konsumsi pada saat penyelenggaraan acara
  5. Memelihara perlengkapan makan, minum dan alat2 pendukung lainnya
 


  1. Muazin dan Imam Sholat
  2. Bertanggung jawab kepada ketua Bidang Ibadah dan Dakwah
  3. Mengumandangkan azan
  4. Memimpin sholat di waktu yang ditentukan oleh ketua bidang

  1. Petugas kebersihan
  2. Bertanggung jawab kepada Marbod
  3. Menjalankan pekerjaan sesuai dengan yang diinstruksikan oleh Marbod
  4. Menjaga peralatan kebersihan